Monday, 21 August 2017

Petrikor

Ilustrasi

Hujan deras di malam itu mengguyur seperti badai, menghantam dari segala arah. aku coba ingat-ingat lagi, kaki-kaki kecilku berlari sekuat tenaga menghindari kejaran air hujan yang seakan berubah menjadi jarum-jarum tajam yang  berhasrat menghujani badanku yang lemah ini.

Aku masih ingat malam itu, memori yang tak pernah aku lupakan, kenangan indah yang tercipta sederhana namun sangat bermakna bagi seorang anak dengan peci khas sobek di ujungnya, dan di akhir malamnya dia bisa tersenyum dan terlelap bahagia disampingnya, malam yang terbaik yang pernah dianugerahkan kepadanya.


Bau tanah yang basah terkena air hujan malam itu masih sangat segar di memoriku, memori yang akan membangun kenangan ini kembali lagi apabila bau segarnya petrikor menyeruak ke relung rongga-rongga ingatanku.

Baju basah, sarawa kuyup, peci pun sudah lusuh, tak menghentikan semangatku yang lebih besar dari tubuhku, semangat yang selama ini terpendam karena terpisah jarak dan waktu.

***
Pintu rumah bewarna coklat dengan ukiran kayu berlafaz bismillah berada persis dari hadapanku, hujan malam itu mulai mereda, ku ketok pintu dengan sangat lembut namun didalam hati ingin rasanya aku mendobrak pintu itu agar hilang segera rinduku.

Rinduku terbayar sudah saat terbuka pintu coklat, dari celah sedikit tampak wanita pertama yang memeluk tubuhku dia tersenyum kepadaku, wanita yang sudah sangat lama aku rindu-rindukan, aku pun berlari menghampirinya, ia dengan sigap memelukku kembali seperti hari itu, saat aku sudah mulai bisa merekam kenangan-kenangan indah.

Ibu telah kembali kesisiku. saat pertama kali ibu menghilang aku masih bingung mengapa ibu pergi, saat aku tanya ke paman, dia menjawab, ibu sedang berada di rumah mak uwo di medan, dan aku tanya lagi ke kakaknya ibu, dia kata ibu sedang istirahat di lawe perbunga.

Semenjak kepergian ibu ke medan atau ke lawe perbunga, bapak juga tak ada dirumah, pergi dengan pesan "ayah hanya sebentar". setelah itu aku sendiri disini bersama abang, kami yang masih kecil-kecil kala itu berjuang seadanya untuk bertahan, tak ada satu sanak familipun yang membawakan makanan atau sekedar menanyakan kabar kami hari itu, apakah kami sehat atau tidak? mereka yang sekarang mengatakan kamilah saudaramu, namun tak ada dihari-hari terberat dalam hidup keluarga kami.

Namun, Tuhan memang benar tidak pernah tidur, dibalik kesusahan tersebut 2 minggu setelah ibu dan ayah pergi entah kemana dikirimlah malaikat penolong kepada kami berdua, meskipun tak memiliki hubungan darah dengan kami namun, keluaganya lah yang sangat peduli sama keluarga kami, setiap siang harinya kakak itu selalu membawakan masakannya untuk kami makan setiap harinya, betapa mulianya hatinya dan keluarganya.

***

Pelukkan ibu aku rasakan berbeda kali itu, tak sehangat saat pertama kali dia memelukku, dia hanya tersenyum seraya memanggil namaku, tak ada lagi kata-kata yang terlontar dari mulutnya, dinginnya malam itu sebanding dengan dinginnya pelukkan ibu, perasaan aneh pun kini aku rasakan, keadaan rumah yang seharusnya menciptakan kehangatan malam itu seperti angan-anganku setelah beranjak dari surau seakan tidak akan terwujud di perjumpaan pertama kami.

Keraguan  yang aku takut-takutkan akan berganti dengan sebuah kehangat baru yang diciptakan oleh seorang bapak, seorang laki-laki tangguh yang selama ibu hanya terdiam dalam beberapa masa, ia menggambil peran ibu dalam rumah ini, masih bisa aku mencium bau masakkan yang ia tumis malam itu, masih harum seperti malam itu, tangannya lihai memotong daun-daun bawang tak ubahnya cheff profesional yang sedang bekerja.

Sudah lama rasanya aku tak mencicipi makanan yang dibuatkan oleh bapak, dencis sambalado di tambah dengan sayur kangkung yang ia tumis, membuat suasana rumah yang tadinya dingin kini berubah seketika seperti ada magnetnya menjadikan seisi ruangan menjadi hangat kembali.

Selesai memasak bapak menghampiriku, ia dengan lembutnya mengusap kepalaku, dan mengatakan "apa kabar kamu?" setelah itu hal yang aku tunggu-tunggu setelah beberapa bulan tak aku dapatkan lagi, yakni makan bersama lengkap dengan bapak mamak dan abangku, seketika segala ketakutan dan keresahanku selama ini ditambah dengan ketidakpedulian sanak famili akan kesusahan keluarga kami mulai sirna.

Semuanya terganti dengan canda dan tawa seorang bapak yang kini mengambil peran seorang ibu, meskipun aku tak memahami mengapa ibu yang dulunya periang namun kini berubah menjadi orang yang kaku dan pendiam, namun yang pasti ibu dan bapak kini sudah berada disisiku lagi, dan kelak aku akan membahagiakan mereka seperti kebahagian kebersamaan yang mereka berikan padaku malam itu.

***

Sebelum tidur, bapak membisikkan sebuah pituah yang sampai dewasa ini tetap aku jaga pituahnya sebagai azimat, dan sebagai pedoman hidupku kelak, ia mengatakan "bantulah orang yang memerlukan bantuanmu dan jangan pernah mengkhianati orang lain, karena kita sudah merasakan betapa susahnya hidup kita saat tak ada yang membantu dan di khianati" meskipun malam itu aku menganggung tanda mengerti, namun, dalam pikiranku yang lugu hanya memikirkan agar segera selesai pembicaraan bapak dan aku bisa segera tidur bersama mereka di ranjang yang sama seperti malam-malam yang lalu, saat itu aku bisa merasakan ketenangan untuk tidur, hal yang tidak pernah aku rasakan beberapa bulan yang lalu.

22 Agustus 2017
RpY

Sunday, 20 August 2017

Julia Lukman-Sadatiak (Lirik Lagu Minang dan Terjemahan Makna Bahasa Indonesia)

Judul : Sadatiak
Vocal : Julia Lukman
Cip : Ipank
Bahasa : Minangkabau
Tahun : 2017 

Sadatiak janji taukia...
Di jantuang nan mambaok rendo....
Manih kato hanyo di bibia....
Tarumuk batinko taseso.....

Sairiang di lamun rindu.....
Bulan bintang dimalam sunyi....
Baribu caro marayu....
Namun udaa ingka jo janji.....!!!

Hilang lah kanangan nan lamo.....
Cinto hanyo mainan janji....
Rusuh disantun apolah dayo....
Iko lah nasib sibadan diri....

Refff
Disapo raso kalari....
Di patuik ndak sampai hati...
Di muko tampak lai....
Di balakang uda manari.....

Terjemahan dan Maknanya ..
Sekejap janji di ukir...
Di jantung sudah berenda/terikat kuat
Manisnya kata hanya terucap dibibir
Remuk batin ini tersiksa (karena janji)

Seiringan di buai rindu.
Bulan bintang dimalam sunyi..
Banyak (sudah) cara untuk merayu.
Namun uda ingkar dengan janji.

Hilanglah (sudah) kenangan yang lama
Cinta hanya (dibuat) permainan.
Jika hanya santun apalah gunanya
Ini mungkin sudah nasib suratan takdir

Reff
Disapa rasa ingin berlari
Seharusnya tidak sampai hati (perbuatan ini terjadi)
Di depan terasa memiliki
Di belakang ternyata berdusta!!

Saturday, 19 August 2017

Marvey Kaya-Bale Jua (Lirik Lagu Ambon 2017)

Marvey Kaya C: Fb
Judul : Bale Jua
Vocal : Marvey Kaya
Cipt : Kenny Batmomolin
Tahun : 2017
Bahasa : Ambon (Indonesia Timur) 

Sayange bale jua...bale par beta....
Rindu,, beta paling rindu,, ale....
Beta paleng seng bisa,, kalo tapisah....
Seng biasa kalo seng ada ale,,, disini....
Beta paleng rindu talalu rindu......Aaaleee...

Reff
Sayang....ale ada dimanaaa??
Salah apa sampe se pi tinggal betaaa??
Cinta,, rasa bet kurang apaa??
Barang kanapa?? seng ada kabar paskali!

Bale jua...se mau apa bilang...
Beta barobah!!! asal bale par beta...!!

Introo

Beta paleng seng bisa,, kalooo,, tapisah....
Seng biasa kalo seng ada ale,,, disini....
Beta paleng rindu,,, talalu rindu......Aaaleee...!!!

Sayang bale jua par beta....
Beta..... rindu ale pas kali... !!!

Reff
Sayang....ale ada dimanaaa??
Salah apa sampe se pi tinggal betaaa??
Cinta,, rasa bet kurang apaa??
Barang kanapa?? seng ada kabar paskali!

Bale jua...se mau apa bilang...
Beta barobah!!! asal bale par beta...!! 2x

Monday, 14 August 2017

Wanita Ber-Sweater Sweet (Bagian 2)

Berbulan-bulan lamanya sejak peristiwa malam itu berlalu, namun wajah misterius dari wanita ber-sweater sweet tak kunjung juga aku lupakan, dari musim duren hingga musim rambutan tak kunjung aku dapatkan dan tak jua aku temukan ohh Tuhan... (ehh kok kek nggak asik kalimatnya ya?), dia bak cinderalla yang hanya bisa dijumpai pada saat malam itu saja, setelah itu ia menghilang berlari menjauhi pangerannya (iya tenang,bukan aku maksudnya, puasss??). 

Lama tak kunjung juga bersua kembali, akhirnya, secara berlahan-lahan aku mulai melupakan wajahnya yang dulu pernah menghantui hari-hariku selama musim duren dan musim rambutan yang kamarin, namun itu hanya bersifat sementara, hal tak terduga akan menimpaku setelah sesaat aku bisa move on dari wajah wanita ber-sweater sweet itu.

Tepatnya di Smester 7 adalah waktu dimana mahasiswa di kampus akan membaktikan dirinya dari ilmu yang ia dapat selama hampir 3 tahun di bangku perkuliahan untuk diaplikasikan dan di praktekan kepada masyarakat disekitarnya.

Aku mendapatkan jatah kelompok nomor 44 yang didalam kelompok itu terdapat 7 orang lainnya, dan yang pasti aku yang terganteng di dalam kelompok itu (karena yang lainnya cewe, pfftft ganteng level maksa).

Kebayang nggak, tau-tau kamu ditempatkan disuatu daerah yang kamu sendiri belum pernah mendatanginya dan harus bertanggung jawab atas jiwa 7 orang wanita dalam waktu satu bulan? yang ada dalam pikiranku saat itu adalah kalimat "mati aku"(sambil tepok jidat)

Bukannya apa-apa, ngurus diri sendiri saja kadang belum bener, ini tiba-tiba harus menjaga 7 wanita dalam bersamaan udah seperti cerita rakyat jaka sembung dan 7 bidadari, namun jaka sembung masih beruntung dia dapat salah satu dari ke-7 bidadari dari kayangan itu, lah aku? boro-boro dapat satu, mikiri mereka bisa pulang dengan selamat ke kos masing-masing saja aku sudah sangat bahagia (bilang aja nggak ada yang mau, pffttt lagi).

Kami ditempatkan di Gampong Buket Juara, 1 Km jaraknya dari kota Idi, Kabupaten Aceh Timur, sesuai dengan namanya, kampung yang dalam bahasa Aceh disebut Gampong ini memang terletak diatas bukit atau dalam kata lain berada di dataran tinggi, walaupun dekat dengan kota namun hampir 70% wilayahnya masih merupaka hutan. 

Katanya, dulu kampung ini dihuni oleh orang-orang yang mempunyai ilmu bela diri dan ilmu kebatinan, makanya disebut dengan Gampong Buket juara. meski letak geografisnya di dataran tinggi, namun cuaca di gampong ini sama saja dengan wilayah Aceh pesisir lainnya (panas maksudnya), dan yang pasti permasalahan dikebanyakan kampung di Aceh Timur adalah sulitnya mendapatkan air yang jernih dan tidak berbau, hal ini juga dialami oleh kampung tempat kami tinggali selama sebulan kedepan ini.

Ilustrasi Perjumpaan C: Dokumen

Dengan kondisi tersebut, keluhan demi keluhan dan permintaan demi permintaanpun mulai keluar satu per satu dari 7 bidadari tersebut, dan semua tertuju kepadaku, mulai dari permintaan menyediakan air bersih setiap harinya yang sangat sulit dipenuhi di kampung ini.

Air yang tersedia hanyalah air berwarna kecoklatan dan berbau, mereka enggan untuk menggunakan air tersebut jadilah setiap dua hari sekali aku harus ke kota idi mencari orang yang mau mengantarkan 1000 ml air bersih dengan harga 50k, harga wajarnya biasa berkisar 30k, namun kata abang yang menjual air itu wilayah kampung yang kami tempati cukup jauh jadilah ditambah 20k, namun belakangan aku ketahui orang-orang di kampung itu juga sering membeli air bersih 1000 ml sama dengan kami dengan harga 30k.

Tugas mecari orang mengantar air akan berhenti jika hujan deras turun di kampung itu, namun tugas lainnya akan datang, aku harus gerak cepat menampung dan memindahkan air hujan itu kedalam bak mandi para 7 bidadari, kebayang encoknya kekmana nggak??

Lalu, apakah aku mandi ditempat yang sama dengan 7 bidadari? ngaco pertanyaan, tentu saja tidak, setiap harinya 1 kali sehari (biasanya siang hari) aku akan membawa perlengkapan mandiku untuk pergi ke sebuah masjid yang lumayan besar di kota Idi untuk menumpang mandi, jika di masjid itu tidak ada air atau sedang penuh pengunjung (ahahahha) biasanya aku akan pergi ke masjid yang agak jauh lagi dari Buket Juara yakni masjid agung kota Idi (harus pandai-pandai kalau mau mandi disini, karena ada bacaannya dilarang mandi, jadi harus cepat dan senyap kalau mau mandi ahahahah)

Tak hanya air, aku juga memiliki tugas rutin lainnya yakni membeli segala perlengkapan untuk masak-memasak dan cemilan rutin mereka yang super banyak kalah dengan kebutuhan makan sehari-hari mereka, bukannya mereka malas, budaya di kampung itu mengajarkan dimana lelakilah yang berhak keluar dan membeli segala keperluan rumah termasuk belanja, perempuan hanya dirumah, dan menunggu barang-barang itu datang, hal ini sangat terbalik dengan budaya yang ada dikampung tempat asalku.

Dengan budaya itu membuat aku agak sedikit tersiksa selama sebulan, dimana kerjaan 7 bidadari itu hanyalah dirumah saja, segala urusan diluar semua menjadi tugasku, hal inilah membuat aku tak betah berada dirumah tempat tinggal kami sementara selama di Buket Juara, selain tak ada teman mengobrol juga tak ada kerjaan yang bisa aku kerjakan dirumah itu, karena ibu yang punya rumah yang biasa kami panggil mamak sangat melarang anak laki-laki mengerjakan kegiatan dirumah, seperti memasak, bersih-bersih, bahkan hal sepele seperti untuk membuat segelas kopi hitam saja aku tidak diperkenankan untuk membuatnya, pekerjaan itu diserahkan kepada 7 bidadari, jadilah setiap pagi aku sudah dibuatkan kopi oleh mereka (ada untungnya juga eheheh) dan juga enaknya lagi bahkan nasi juga dihidangkan sebelum aku datang keruang makan (udah kek berasa jadi raja ahahahha).

Untuk mengisi rasa kebosanan karena tak ada yang dapat aku kerjakan dirumah itu, jadilah setiap harinya dari mulai pagi selepas sarapan sampai sore hari aku berada ke kampung sebelah yang juga terdapat kelompok anak kuliah kerja nyata (KKN) sama seperti kami, dimana disana terdapat 2 orang laki-laki ditempatkan, jadilah setiap waktu tongkronganku berada dikampung itu, jika 7 bidadari itu memerlukanku, mereka sudah hapal betul kemana mereka harus mencari.

***
Seperti biasanya, setelah sarapan pagi, aku sudah melaju kencang sepeda motor kelompok (namanya saja motor kelompok, kenyataanya 90% aku yang kuasai ahahahah), motor itu kami bawa dari Banda Aceh khusus untuk kegiatan kami di Kampung Buket Juara. 

Tujuanku sudah jelas ujung-ujungnya pasti ke kampung sebelah, Gampong Buket Pala (kampung ini tidak berada di bukit, namanya saja disebut bukit), basecamp anak kkn Buket Pala dipisahkan antara laki-laki dan perempuan, berbeda dengan kelompok kami, basecamp kami berada ditempat yang sama (kata ibu Geuchik/kepala desa Buket Juara, sayang nanti aku sendiri kendinginan kalau tinggal di Meunasah (Mushola) ahahahah terima kasih banyak atas perhatiannya Ibu Geuchik Buket Juara, semoga selalu dalam lindungan Allah SWT Aamiin)

Ilustrasi C: Google


Matahari sudah mencapai puncaknya pada hari itu, cuaca mungkin mencapai 35 drajat, karena sudah tak tahan lagi kegerahan, aku mengajak salah satu kawan dari buket pala yang biasa aku panggil pak dokter (karena bakal calon dokter kala itu sekarang sedang koas, semoga sukses koasnya pak dokter), aku mengajaknya mencari kedei (warung) yang menjual es batu dan sejenisnya sekalian kalau ada makanan ringan.

Tujuan kami adalah kampung sebelahnya lagi, yang berada di barat gampong Buket Juara, namanya Gampong Gureb Blang, disana juga aku dengar ada ditempatkan anak KKN namun belum tau siapa-siapa saja yang ditempatkan disana, kampung ini termasuk sudah maju rata-rata rumah warga sudah berbentuk permanen, terdapat beberapa rukoh dan disini juga terdapat sekolah mulai dari TK, SD dan SMP berbeda dengan kampung kami yang kebanyakan rumah warganya masih semi permanen dan belum tersedia fasilitas rumah sekolah.

Setelah membeli es batu dan temannya (gorengan) aku berinisiatif untuk mendatangi basecamp anak kkn di Gureb blang kali aja ada teman dari satu fakultasku, kan jadi nanti lebih bervariatif tempat nongkrongku bukan hanya di Buket pala saja dan pak dokter juga tidak merasa keberatan untuk menyinggahi anak-anak kkn gureb blang, itung-itung silahturahmi.

Usut punya usut setelah sampai di basecamp gureb blang, ternyata mereka juga hanya memiliki satu orang anak laki-laki dalam anggota kelompok namun jumlah mereka hanya 6 orang saja, jadi 5 cewe dan 1/2 cowo (kalau yang paham maksudnya komen di bawah ya ahahaha)

Kami mengunjungi mereka pas waktu makan siang tiba, namun yang ada hanya 5 anggota mereka, akupun sempat menduga-duga siapa satu lagi anggota mereka yang tidak hadir, kemana dia? apa dia sakit? atau udah kabur pulang duluan, lantaran sudah nggak betah dengan cuaca panas (dalam hati tidak aku ungkapkan)

Pertanyaanku segera terjawab tatkala datang seorang wanita dari kejauhan dengan paras yang tak asing lagi bagiku, yang begitu aku rindu-rindukan, apakah dia si Wanita Ber-Sweater Sweetku yang selama ini aku nanti-nanti?? 

Ohh tuhan benarkah dia? atau mirip dia? jantungku berdetup dengan kencangnya, dan darahku berdesir menaik keatas (sensasinya pasti pernah kalian alami), inilah momen yang selama ini aku nanti-nantikan, dia semakin mendekat kepadaku (karena aku berdiri paling dekat dengannya), halusinasipun mulai bermain, nyata atau khayalan tak dapat aku bedakan sekarang, aku merasa terjebak dalam lingkaran yang membiusku.

Diapun mulai tersenyum kepadaku? (apakah kepadaku?) samar ku dengar dengan lembut dia memanggil namaku? (darimana dia tau?) secara berlahan-lahan diapun melewati diriku menghampiri teman-teman kelompoknya, gagal lagi aku ingin menyapanya, mulutku seakan tertutup rapat dan kakiku terikat kuat untuk sekedar senyum dan menghampirinya, lalu aku putuskan untuk berlari menghindari dia sejauh mungkin, aku merasa telah menjadi manusia paling gagal saat itu, namun hatiku juga terasa senang., akhirnya aku bisa berjumpa kembali dengan Wanita Ber-Sweater Sweetku.....(Bersambung)
   

Tuesday, 8 August 2017

Ko Sa Gemar-B.H.C (Lirik Lagu Papua 2017)

B.H.C Ko Sa Gemar


Judul : Ko Sa Gemar
Voc : B.H.C
Tahun : 2017
Bahasa : Indonesia Timur

Sa hargai yang ko su pernah kasih,...
Serumit apapun yang tong jalanin....
Cinta bahkan harap akan hati, sa mo janji...

Karna sa sayang,,,, koi....
Dan karna sa trus gelisah tanpa koiii....

Dan ko dengar....

Rap
(Dengar sa bicara lupa tong dua pu janji, kejar, sementara jika berhubungan butuh gaji... )
(Harap sa akan baik dibalik jutaan cinta yang naik bila berpisah tra bakalai...)
(Pasti sa curhat lagi depan mic!!!)
(Kini harapan buntu yang ko taru paksa sa jauh, tra bisa kah ko dengar dulu??? cinta sa kasih bukan separuh)
(Lama sa jaga temani tenang, ko pu tawa hanya tinggal kenang)
(Tra berkembang, tra bisa terang,,,pergi jika buat koi senang!!)
(Dan sa akan berjanji sempatkan waktu sa berdoa!!)
(Ketika dalam bayang sepi cinta hadir tra anti pula)
(Ko bernyanyi....)
(Ko hadapi,,,,)
(Hati yang baru yang dapat tong ganti, lengkapi hari dalam suka dan letih)

Reff
Dan sa harap sayang coba tolong ko dengar...!!
Ko anugerah terindah ko yg paling sa gemar...!!
Penantian besar,,sa hadir untuk ko,,,,,
Ko kas tinggal sa dan sa masih rindu,, mo polo...

Dan sa harap sayang coba tolong ko dengar...
Ko anugerah terindah ko yg paling sa gemar...!!
Penantian besar,,sa hadir untuk ko,,,,,
Ko kas tinggal sa dan sa masih rindu,, mo polo...Mo polo....

Rap
(Sa masih rindu ko polo...temanin sa tidur sono....!!)
(Slalu berharap mimpi deng hayal ko temani hati loro...)
(Biar di hati ko yang pasti  lain di nanti...)
(Bisa sa mati,Ko sa minati,Terang gelap, ko tra mengerti tanya sebab)
(Yakin smua stelah ko pergi baik kan sa jaga)
(Sa masih mau koi dampingi,sa setia deng tenaga)
(Sa tra pu harapan lain, tra sama sperti yang ko ingin)
(Sa bukan bicara main, ko trada saat sa bilang dan ingin...)
(Sa rindu ko pu pelukan, ko pu kecupan,bukan habis, ko yang tentukan semua yang bukan)
(Jadi buktikan bukan tangis.. yeyyy)
(Lapis komitmen, back to lupa, atau argumen ko sa jumpa)
(Cinta menjamin sperti di rahim, ko dalam dekapan sa sih)

Reff
Dan sa harap sayang coba tolong ko dengar...!!
Ko anugerah terindah ko yg paling sa gemar...!!
Penantian besar,,sa hadir untuk ko,,,,,
Ko kas tinggal sa dan sa masih rindu,, mo polo...

Dan sa harap sayang coba tolong ko dengar...
Ko anugerah terindah ko yg paling sa gemar...!!
Penantian besar,,sa hadir untuk ko,,,,,
Ko kas tinggal sa dan sa masih rindu,, mo polo...Mo polo....

Rap
(Yooo...melangkah jauh lebih baik, tinggalkan dia yang terbaik)
(Rindukan moment sa like, sa tolak deng berkat naik)
(Rindu deng dia kembali menyatu, bersama tong gaik tali cinta yang utuh)
(Karna usaha dan sa kejar, agar ko rasa dan ko dengar)
(Tra bisa mengerti.....ko tetap dihati, dan trakan terganti, sa tetap menanti)
(Tanpa rembulan ko kan hiasi, pandangi jalan jangan berhenti)
(Ikuti dan ko pahami, karna ko yang mampu sirami)
(Mimpi yang trang ko yang jalani,,,bah!! balik ke sini)
(Tolong hiasi,,,rindu di hati, penuh kasih...agar tak mati)
(Bagai peniti, ko kasih gait,ingat sa curhat di tiap bait)
(Tolong ko dengar 2x)
(Sa trus besabar 2x)
(Rindukan ko itu pun pasti bersama lengkapi tra akan berhenti)

Dengar sayang sa rindu ko,,,,,
Dengar sayang sa rindu ko,,,,,,sa rindu ko 4x

Reff
Dan sa harap sayang coba tolong ko dengar...!!
Ko anugerah terindah ko yg paling sa gemar...!!
Penantian besar,,sa hadir untuk ko,,,,,
Ko kas tinggal sa dan sa masih rindu,, mo polo...

Dan sa harap sayang coba tolong ko dengar...
Ko anugerah terindah ko yg paling sa gemar...!!
Penantian besar,,sa hadir untuk ko,,,,,
Ko kas tinggal sa dan sa masih rindu,, mo polo...Mo polo....



Friday, 4 August 2017

Ervan Ceh Kul-Amik Amiken (Lirik Lagu Gayo 2016)


Judul : Amik Amiken
Voc : Ervan Ceh Kul Feat Amie
Cipt : Ervan Ceh Kul
Bahasa : Gayo
Tahun : 2016

Ini kudenang, denang pejunteee...
Isi ni ate si ku, sawaahenn...
Bunge mukemang, janyi si biseee...
Buge ahere kin seserenen...

Amie : (Ahoooiiii)

Idenang ko engi, ijangin ko engi....

Amie (Si kite rai turah musampe...)

Ini sara penane, Nguk kin penemis nome...
Si ken telangke, demu wan nipi....
Jantung ni ate, buge tangke...muahmi, senuen

Jangko..ni ate, buge kase beramik amiken...

Ike nge ate murai ate... empan kebes pe terasa manisen...

Amie : (Ahoooiiii)

Idenang ko engi, ijangin ko engi....

Amie (Si kite rai turah musampe...)

Ini sara penane, Nguk kin penemis nome...
Si ken telangke, demu wan nipi....

Amie (Ke wan lao uren,,,,kao kin payung)
(Ke jarak i mata...kin denem kun.kin denem ku)

Jantung ni ate, buge tangke...muahmi, senuen

Amie (Jangko ni ate buge kase beramik amiken...)

Jantung ni ate, buge tangke...muahmi, senuen

Murum-murum (Jangko ni ate buge kase beramik amiken...) 

Jantung ni ate, buge tangke...muahmi, senuen
Jangko ni ate buge kase beramik amiken...

Wednesday, 2 August 2017

Orang Pung Sayang-Marvey Kaya (Lirik Lagu Ambon 2017 Terbaru)




Judul : Orang Pung Sayang
Voc : Marvey Kaya
Cipt : Jerry Saptenno
Tahun : 2017
Bahasa : Ambon/Ternate (Indonesia Timur) 

Dar pertama seng bilang kal memang su tunangan....
Jang se kasih harapan biking beta bertahan....
Bukang beta malawang, deng se pung rasa sayang...
Jujur beta seng tahang karna ale orang pung sayang...

Mangapaaa,, ale musti adaaa??
Kal memang samua jadi parcumaaa....!!
Mangapaaaa,,musti bakudapa...
Kalo samuaaa, berakhir deng lukaaa...
Dimanaa,samua janji par beta...!!

Introoo pace...

Bukang beta malawang deng se pung rasa sayang...
Jujur beta seng tahang karna ale orang pung sayangggg...

Mangapaaa,, ale musti adaaa??
Kal memang samua jadi parcumaaa....!!
Mangapaaaa,,musti bakudapa...
Kalo samuaaa, berakhir deng lukaaa....

(Hoooo,,, Mangapaaa,, ale musti adaaa nonaa...Kalo memang samuaaa, berakhir deng lukaaa....)

Dimanaa,samua janji par beta...!! 2x